Jumat, 09 Desember 2011

SANJAI

Banyak orang mengenal kata-kata "SANJAI" sebagai ikon bagi kota Bukittinggi, seperti "Bukittinggi Kota Sanjai". Tetapi jika anda berjalan di jalanan arah ke luar kota Bukittinggi, seperti ke arah Payakumbuh/Pekanbaru, maka anda akan melihat nama-nama kedai makanan yang diawali dengan kata "sanjai", seperti "Sanjai Keluarga", "Sanjai Mintuo", malah di Pasar Bawah Kota Pekanbaru ada juga satu tempat usaha yang diawali dengan kata "sanjai".
Ada sejenis makanan berupa kerupuk yang dijual di Kota Bukittinggi dan sekitarnya yang diistilahkan juga dengan "snajai"
Jadi apa sebenarnya pengertian dari Istilah 'SANJAI" ini?

SANJAI SEBAGAI NAMA TEMPAT
Awalnya sanjai ini adalah nama suatu kampung/daerah di Bukittinggi, yang terletak di Jorong Koto Selayan. Penduduk disini mempunyai usaha industri rumah berupa pembuatan kerupuk yang terbuat dari ubi kayu, yang merupakan suatu makanan khas dari kota Bukittinggi.

SANJAI SEBAGAI NAMA PRODUK
Kerupk ubi yang diproduksi di Kampung Sanjai ini sehari-hari di kota Bukittinggi disebut "Kerupuk Sanjai", yang setelah melewati masa yang panjang disebut saja sebagai "sanjai" dengan menghilangkan kata "kerupuk"
Jadi jangan heran jika ada sanak saudara yang berpesan kepada anda jika berkunjung ke Bukittinggi, untuk membelikan sanjai agak sekian kilo.
Kerupuk sanjai ini dari bentuknya ada dua macam, yaitu: berbentuk bulat dan memanjang. dan dari segi pengolahan juga ada dua macam, yaitu; yang digoreng saja tanpa tambahan bahan lain dan yang digoreng kemudian dilumari dengan bumbu cabe merah, yang sebutannya berubah menjadi "sanjai balado". Sanjai balado ini tidak hany diproduksi di kota Bukittinggi saja, tapi juga diproduksi di kota Padang dan kota-kota lain di Sumatera Barat. Sanjai balado ini juga disebut dengan "Keripik Balado" atau "Kerupuk Balado"

SANJAI SEBAGAI TEMPAT USAHA
Seperti disebut di awal tulisan, bahwa sepanjang jalan arah keluar kota Bukittinggi, banyak ditemukan kedai-kedai yang berjualan makanan khas Bukittinggi  dan sekitarnya, seperti kerupuk sanja, karak kaliang, rubik, kacang goreng, jagung tujin, kipang, dll.
Jika diperhatikan bahwa setiap kedai ini selalui diawali dengan kata "SANJAI". Jadi disini kata sanjai telah berubah makna menjadi istilah untuk tempat berjualan makanan khas Bukittinggi dan sekitarnya. Seperti:
"SANJAI SASUA", "SANJAI NI CU", "SANJAI MINTUO", "SANJAI MINTUO", dan lain-lain.
Penamaan ini tidak hanya berlaku disekitar Bukittinggi saja, bahkan di sepanjang perjalan dari Bukittinggi ke Pekanbaru, semua keda-kedai yang berjualan makanan spesifik ini selalu diawali dengan kata "Sanjai".
Bahkan di Pasar bawah di Pekanbaru yang terkenal dengan Pasar Wisatanya, kedai-kedai yang berjualan makanan spesifik Bukittinggi/Sumbar ini juga diberi nama dengan awlan kata "sanjai"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar